• LIFESTYLE

  • TIPS N TRICK

  • NEWS

Showing posts with label SCI-FI. Show all posts
Showing posts with label SCI-FI. Show all posts

Friday, October 21, 2016

Prediksi bumi pada tahun 2100, oleh NASA



Badan Antariksa Nasional Amerika Serikat (NASA) mengumumkan prediksinya lewat sebuah dataset bahwa bumi akan mengalami perubahan iklim besar-besaran dalam waktu 85 tahun lagi, tepatnya di tahun 2100.

Pihak NASA merilis dataset tersebut lewat sebuah peta prediksi dan proyeksi perubahan bumi yang akan terjadi di 2100. Pada peta tersebut, terlihat hampir semua wilayah di berbagai belahan bumi berwarna merah. Artinya, iklim yang terjadi di wilayah tersebut akan berubah drastis jadi memanas.




Menurut para ilmuwan yang sedang meneliti fenomena ini, hal tersebut disebabkan oleh lapisan karbondioksida di atmosfir bumi yang nantinya akan mencapai angka yang sangat tinggi, yakni 935 ppm (parts per million). Untuk saat ini, lapisan karbondioksida tersebut sedang berada di angka 400 ppm. Demikian dilansir laman Mirror, Rabu (17/6/2015).





Jika nanti ternyata prediksi yang diumumkan benar terjadi, maka sebagian besar wilayah bumi akan mengalami perubahan iklim drastis yang menjadi sangat panas. Bahkan nantinya di wilayah Afrika, India dan Amerika Selatan, temperatur hariannya bisa mencapai angka 45 derajat Celcius.

"NASA memang sedang meneliti perubahan iklim yang terjadi di bumi untuk jangka waktu yang panjang. Kami juga sedang mempelajari mengapa hal ini bisa terjadi. Pun begitu, pihak kami akan mempersiapkan sebuah terobosan baru yang akan menjadi penolong umat manusia menghindari adanya fenomena seperti ini di masa depan," ungkap Ellen Stofan, Chief Scientist NASA.
Lebih lanjut, peta perubahan iklim tersebut juga tidak hanya memperlihatkan wilayah mana yang akan mengalami perubahan iklim drastis, namun juga memperlihatkan wilayah curah hujan yang bisa berubah-ubah di beberapa dekade ke depan.


"Dengan dataset global terbaru ini, semua orang di seluruh bumi setidaknya bisa mempersiapkan rencana dan bahkan terobosan terbaru agar bisa dipakai untuk beradaptasi dengan perubahan iklim ini," lanjut Stofan.

Tak hanya `terbakar`, nantinya perubahan iklim yang akan terjadi di bumi akan terjadi lewat beberapa fenomena, seperti banjir, kemarau, dan kekeringan di beberapa wilayah.

Saat ini, pihak NASA pun telah menjalin kerjasama dengan beberapa pemerintah negara untuk membuat rencana kontijensi agar dapat mengantisipasi hal ini terjadi di masa depan. Semoga saja hal tersebut tidak benar-benar terjadi ya bro,,, maka dari itu mulai sekarang cintailah lingkunagan sekitar, ojo di rusak i.......

Tuesday, October 11, 2016

10 Fakta Menarik Europa, Salah Satu Bulan Jupiter

26cf6-bulanjupitereuropa

Europa, salah satu bulan Jupiter
Europa adalah Bulan / satelit es milik Jupiter yang sedikit lebih kecil dari bulan Bumi. Ini adalah objek unik dalam tata surya karena diperkirakan ia memiliki samudera air di bawah cangkang esnya. Jika lautan itu terbukti ada, Europa bisa menjadi tempat yang menjanjikan untuk mencari kehidupan di luar Bumi.
Dan berikut 10 fakta menarik Europa yang mungkin belum anda ketahui
1. Europa adalah bulan yang mengorbit planet Jupiter. Jupiter adalah planet kelima dari matahari dan berjarak sekitar 778 juta km (484 juta mil) atau 5,2 AU dari Matahari.
Hasil gambar untuk bulan europa
2. Satu hari di Europa (waktu yang diperlukan Europa untuk berotasi atau berputar sekali) membutuhkan waktu sekitar 3,5 hari Bumi. Panjang hari Europa sama dengan jumlah waktu yang diperlukan Europa untuk mengorbit Jupiter. Jupiter membuat orbit lengkap mengitari matahari (satu tahun Jupiter) memerlukan waktu sekitar 12 tahun Bumi (4.333 hari Bumi).
Hasil gambar untuk bulan europa
3. Seperti banyak bulan lainnya (termasuk bulan bumi), Europa terkunci oleh gravitasi planet sehingga sisi yang sama selalu menghadap ke Jupiter.
Hasil gambar untuk bulan europa
4. Permukaan Europa sebagian besar dari air es padat. Permukaannya sangat halus dan saling silang dengan rekahan.
5. Europa memiliki atmosfer oksigen yang sangat tipis – terlalu tipis untuk digunakan bernapas.
6. Europa tidak memiliki cincin.
7. Europa dan Jupiter telah dikunjungi oleh delapan pesawat ruang angkasa yang melakukan pendekatan terdekat. Misi Galileo adalah satu-satunya misi yang melakukan kunjungan berulang ke Europa.
Hasil gambar untuk bulan europa
8. Dengan melimpahnya air cair, energi dan kimia yang disediakan oleh pemanasan pasang surut yang dilakukan Jupiter, Europa bisa menjadi tempat terbaik di tata surya untuk mencari kehidupan di luar Bumi.
Hasil gambar untuk bulan europa
9. Jika laut di Europa terbukti ada, maka air di Europa akan 2 kali lebih bayak dari air di Bumi.
Hasil gambar untuk bulan europa
10. Satelit ini dinamakan atas seorang wanita bangsawan Phoenicia yang bernama Europa, yang kemudian dinikahi oleh Zeus dan menjadi ratu dari Kreta.

Saturday, October 8, 2016

Masa Depan Manusia di Luar Angkasa


Stasiun Konfederasi Luar Angkasa

NASA (The National Aeronautics and Space Administration) memiliki rencana untuk mengganti stasiun ruang angkasa internasional yang saat ini dengan jenis desain melingkar Wernher Von Braun, benda yang melingkar ini memiliki kemiringan sumbu putar Bumi yang lebih baik dari benda-benda lainnya. Ada juga pertimbangan untuk membangun stasiun bintang di ruang angkasa yang memiliki berbagai tingkat dek. Stasiun ini akan disebut Stasiun Konfederasi Luar Angkasa dan akan membuat hubungan/link ruang angkasa dengan mudah antara Terra Nova (Bumi), Bulan dan Mars.



Stasiun luar angkasa akan dibangun pada saat transisi umat manusia melalui peristiwa pergeseran energi horizon di mana semua makhluk akan ada di dalam realitas 5D. Perubahan ini mungkin akan terjadi sekitar dekat dengan tahun 2020 saat peristiwa pergeseran horizon terjadi, dan pembangunan Stasiun Konfederasi Luar Angkasa ini akan selesai sekitar tahun 2030-2050, dan ini adalah waktu perkiraan yang bisa berubah tergantung bagaimana timeline yang berkembang di masa depan.

Beberapa individu memiliki kemampuan untuk melihat sekilas kemungkinan atau jadwalnya dalam waktu dekat, ini disebut precognition atau lompatan kuantum waktu dan itu adalah bagaimana saya melihat informasi ini tentang rencana pembangunan Stasiun Konfederasi Luar Angkasa dalam waktu yang tidak begitu jauh.



Stasiun luar angkasa di masa depan akan dibangun dengan perpaduan lebih kuat dan lebih tahan lama, sehingga tidak mudah rusak dan bisa eksis di ruang angkasa yang mengorbit planet selama beberapa ratus tahun.








Ini adalah Stasiun ruang angkasa yang akan memiliki kota layak huni dengan rumah-rumah, taman, danau dan tempat-tempat pertemuan bagi orang-orang dalam jangka waktu lama hidup di dalam stasiun ruang angkasa ini.





Ini salah satu pusat kota di mana di sana terletak area bisnis untuk kelas pekerja dan juga komplek industri di stasiun ruang angkasa untuk manufaktur pesawat, mobil udara dll


Ruang hijau dengan hutan-hutan dan taman-taman hidroponik di stasiun luar angkasa. Di sini berlokasi rumah-rumah tinggal di antara ruang hijau. 

thanks to
sumber : Elena - Star Traveller
diterjemahkan oleh Birru Sadhu 

Terraforming Mars : Gagasan Merubah Mars menjadi Bumi

Ketika bumi semakin tidak bersahabat bagi kelangsungan hidup umat manusia, maka kita harus melakukan eksodus, mencari tempat lain yang lebih layak untuk ditinggali. 

Mungkin ini yang akan di lakukan oleh manusia bumi di masa depan. 
Namun, kemanakah tujuan kita?

Langkah yang bisa dilakukan untuk mendapatkan tempat tinggal baru bagi manusia selain di bumi
ialah dengan cara mencari planet yang dapat dihuni itu sendiri. 
Masalahnya, perkara mencari planet yang dapat dihuni di luar sana 
tidaklah semudah membalikkan telapak tangan.


Planet Mars dan Europa (bulan Jupiter) merupakan obyek di tata surya kita yang diklaim bersahabat bagi kehidupan manusia karena diyakini memiliki sumber kehidupan, yaitu air.
Image result for europa moon

Tetapi kehidupan kompleks manusia tidak hanya bergantung sepenuhnya pada air, bukan? Bentuk topografi, atmosfer, temperatur dan komposisi udara merupakan beberapa hal lain yang perlu diperhatikan. Untuk dapat menopang kehidupan, suatu planet harus memiliki berbagai kemiripan dengan bumi. Dan di tata surya kita, selain bumi belum ada yang benar-benar dapat kita tinggali.

Mencari planet di luar tata surya (exoplanet) merupakan usaha yang ditempuh oleh para astronom. Mencari planet layak huni di luar tata surya tentunya lebih menyulitkan lagi. Ada beberapa cara untuk mencari planet yang beredar pada bintang induknya di sistem tata surya lain.

Teknik pencarian exoplanet seperti Spektroskopi Doppler, Astrometri, maupun fotometri adalah beberapa metode yang digunakan. Bahkan badan ruang angkasa Amerika, NASA, baru-baru ini telah meluncurkan wahana Kepler untuk membantu mencari jejak-jejak exoplanet di luar sana.

Sejauh ini, dari jajaran exoplanet yang berhasil ditemukan, hanya Gliese 581 d lah planet yang benar-benar menjanjikan. Gliese 581 d atau yang kerap dijuluki sebagai Super Earth merupakan exoplanet sejauh 20 tahun cahaya di rasi bintang Libra. Ia memiliki massa tujuh kali dari bumi dan mengorbit di zona layak huni pada suatu bintang katai merah yang massanya hanya sepertiga Matahari.

Mencari planet layak huni bukanlah satu-satunya jalan untuk mendapat tempat tinggal baru bagi anak cucu kita di masa depan. Salah satu gagasan yang terdengar cukup hebat ialah dengan membuat planet yang dapat dihuni. Ya, kita membuat sendiri planet seperti bumi yang layak ditinggali.


Bagaimana caranya? yaitu dengan Terraforming.


Terraform (berarti “membentuk Bumi”) adalah proses bersifat hipotesis yang mengubah atmosfir, temperatur, topografi permukaan atau ekologi menjadi mirip dengan Bumi sehingga dapat dihuni oleh manusia.

Dengan melakukan terraform pada suatu planet yang dituju, maka akan merubah kondisi planet tersebut sehingga dapat menopang kehidupan manusia. Mars, planet tetangga kita ialah salah satu kandidat terbaik untuk melakukan ini semua.

Konsepsi mengenai proses terraform Mars dalam 4 tahap pembangunan.
Mars adalah planet di tata surya kita yang cukup bersahabat bagi kehidupan. Hasil penelitian yang dilakukan menemukan bukti bahwa pada masa mudanya Mars bersuhu hangat dan memiliki air yang melimpah.

Kemungkinan CO2 yang digunakan untuk menghangatkan planet tersebut di masa silam masih tersimpan di sana. Begitu pula dengan air, mungkin masih tersimpan di tanah beku maupun tudung kutubnya.


Atmosfer Mars dapat diciptakan dengan melepas CO2 yang membeku di tanah dan tudung es kutub. Hal tersebut dapat dilakukan dengan memuntahkan gas rumah kaca yang kuat.

Mungkin bagunan-bangunan khusus akan dibangun untuk memuntahkan gas rumah kaca tersebut. Sementara cermin-cermin raksasa yang disebar di sana akan memfokuskan sinar matahari ke es agar air mencair.
Image result for terraforming di mars
Kurang lebih seperti ini lah permukaan mars setelah terraforming
Ketika CO2 terlepas, kehangatan Mars akan meningkat dan mendorong tekanan ke atmosfer sehingga air pun mengalir. Kemudian dengan menebarkan benih-benih tumbuhan perintis seperti alga dan lumut kerak, serta menebar mikroba dapat menciptakan tanah organik dan menambah sedikit oksigen ke atmosfer.

Dengan demikian rencana penghijauan dengan menanam bibit untuk menciptakan hutan beriklim maupun hutan boreal dapat segera dilakukan.

Ketika tumbuh-tumbuhan mulai menghiasi Mars, kebutuhan energi untuk pemukiman segera dibangun. Tenaga nuklir mungkin sebagai pilihannya. Karena sedikitnya oksigen, penduduk Mars mungkin akan tetap beraktifitas dengan alat bantu pernafasan nantinya.

Mungkin seperti inilah gambaran manusia Mars di masa depan.

Namun itu semua bukanlah pekerjaan instan, perlu waktu beratus-ratus tahun untuk menyulap kondisi Mars menjadi seperti Bumi dan tentu saja, biaya yang besar. Walaupun terraforming ini masih sekedar gagasan yang bersifat hipotesis, nampaknya cukup ditunggu untuk benar-benar direalisasikan ya.Image result for terraforming di mars

Image result for terraforming di mars
fase terraforming


artikel by vivanews.com